3/28/17

PENGERTIAN SYIRIK DAN MACAM-MACAMNYA


Secara bahasa (etimologi), syirik artinya menyeku-tukan atau menjadikan sesuatu memiliki sekutu (syarīk). Sedangkan secara istilah (terminologi), syirik artinya menyekutukan Alloh   dengan sesuatu selain-Nya. 
Macam Syirik

Syirik terjadi dalam tiga hal, yaitu: 
1. Syirik dalam rububiyyah, atau hak ketuhanan.
Contoh syirik dalam rububiyyah:

•Berpendapat dan berkeyakinan bahwa alam se-mesta terjadi dengan sendirinya, tanpa ciptaan al-Kholiq, Alloh   Yang Maha Pencipta.
Keyakinan syirik yang batil ini dikenal dengan teori evolusi atau teori Darwin, yang dicetuskan oleh Charles Darwin, seorang Yahudi ateis.
•Meyakini ada dzat selain Alloh   yang mampu memberikan manfaat atau mudhorot seperti, meyakini bahwa bintanglah yang menurunkan hujan tanpa kehendak Alloh.
•Meyakini ada dzat selain Alloh   yang mampu melindungi manusia dari marabahaya atau me-ngeluarkan mereka dari berbagai kesulitan seperti meyakini bahwa Syaikh ‘Abdul Qodir Jailani sanggup menolak bencana dan memenuhi kebutuhan manusia.

2.Syirik dalam uluhiyyah, atau hak peribadatan.
Contoh syirik dalam uluhiyyah:
•Berdoa atau memohon kepada selain Alloh  .
•Sujud kepada selain Alloh  .
•Menyembelih hewan untuk selain Alloh  , seperti jin, Nyi Loro Kidul, penghuni kubur, dan lain-lain.

3.Syirik dalam asmā’ wa shifāt, yaitu hak nama-nama dan sifat-sifat khusus yang Maha Mulia.
Contoh syirik dalam asmā’ wa shifāt:
•Meyakini ada seorang makhluk yang memiliki sifat-sifat seperti Alloh  , seperti meyakini bahwa sebagian  para wali, dukun atau paranormal mengetahui perkara ghoib. 
•Memberikan nama untuk sesuatu (misalnya ber-hala) dengan nama-nama Alloh  .

Seperti nama berhala Latta dari lafadz Alloh atau dari al-Ilah, Manat dari nama Alloh al-Mannan dan berhala ‘Uzza dari nama Alloh   al-‘Aziz.
Syirik mencakup semua bentuk penyerahan salah satu atau seluruh hak-hak khusus atau sifat-sifat Alloh    kepada makhluk. 
Dengan kata lain syirik adalah setiap perkataan dan perbuatan yang menetapkan makhluk setara dengan Alloh   dalam suatu hal yang menjadi kekhususan-Nya dan menjadikan makhluk itu sebagai tandingan Alloh   dalam hal tersebut. 

Syirik juga berarti beribadah kepada selain Alloh   atau beranggapan ada dzat lain yang setara dengan-Nya. Bahkan inilah bentuk perbuatan syirik yang banyak terjadi dan merebak di berbagai tempat! 

Na’udzu billahi min dzalik!

3/27/17

INI DIA DOSA BESAR YANG DIBERIKAN PADA PARA PENCURI


Mencuri adalah sebuah kejahatan atau kemaksiatan yang tidak hanya dilarang oleh Islam, tapi seluruh agama, adat dan kebudayaan sepakat bahwa mencuri termasuk perbuatan yang sangat tercela. Namun hanya Islam yang mempunyai aturan tepat yang bisa membuat jera si pen-curi dan membuat daya cegah yang sangat maksimal bagi umat agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan ini. Hukum yang dibuat oleh manusia membuat daya tangkal terha-dap kemaksiatan yang lain. 

Alloh   pemilik syariat yang mulia berfirman:

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Alloh. Dan Alloh Maha Per-kasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Ma’idah [5] 38)

Seorang Mukmin yang beriman bahwa Alloh   yang Maha Tahu akan kemashlahatan manusia, pasti sangat paham hikmah yang sangat indah bagi kelangsungan hidup sosial kemasyarakatan manusia ketika hukum ini diterapkan. Maka sangat benar ketika Rosululloh   bersabda, “Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia mencuri.”.

Pernyataan mulia ini menunjukkan bahwa kejahatan mencuri hanya mungkin dilakukan oleh orang yang tidak beriman dan iman punya peran yang sangat penting dalam mencegah kemaksiatan ini.

Salah satu kemuliaan Islam adalah hukum yang dite-rapkan pada seluruh lapisan masyarakat. Tidak akan per-nah ada perbedaan kedudukan umat ketika berhadapan dengan hukum. Kekuasaan bukanlah tiket untuk bebas bermaksiat. Posisi strata manusia pasti sama karena hukum tak mengenal perbedaan. Terlalu banyak kisah Salafush Sholih yang menunjukkan bahwa generasi per-tama Islam memberikan kita teladan yang sangat mulia dalam hukum.

Dalam sebuah hadits yang diri-wayatkan oleh ‘Aisyah   diceritakan ketika seorang dari keluarga terpandang Makhzumiyyah mencuri dan mereka meminta bantuan Usamah bin Zaid untuk minta syafā’at (keringanan) dari Rasululloh  , beliau   ber-sabda: “Wahai Usamah, kamu hendak meminta syafa’at pada suatu hukum dari hukum-hukum Alloh!”.
Seketika itu beliau   berdiri dan kemudian bersabda:

(( إِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ إِنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا سَرَقَ فِيْهِمْ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ، وَإِذَا سَرَقُ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ قَطَعُوْهُ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ))

“Sesungguhnya penyebab kehancuran kaum (ge-nerasi) sebelum kalian adalah (penegakan hukum yang tidak adil) jika orang terpandang mencuri, maka hukum tidak berlaku (tidak diterapkan) na-mun jika orang kecil mencuri, maka hukum di-tegakkan (diterapkan). Demi Alloh, andai Fathi-mah binti Muhammad mencuri maka pasti akan aku potong tangannya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Riwayat di atas dan kisah lainnya tentang penerapan hukum Alloh   yang sangat konsisten menambah decak kagum kita tentang kemuliaan generasi awal Islam ka-rena mereka sangat yakin hukum Alloh   di atas sega-lanya dan dibuat oleh Alloh   demi kemashlahatan manusia sendiri. Konsistensi penerapan hukum Alloh   bukan hanya bentuk ketaatan semata, tapi mereka meya-kini bahwa dengan istiqomah yang tinggi, maka hukum Alloh   akan melindungi seluruh hak-hak hidup ma-syarakat bahkan untuk orang di luar Islam.

Semoga sholawat dan salam sejahtera
tercurah atas Nabi Muhammad  ,
keluarga dan para sahabatnya

DOSA BESAR BAGI PELAKU RIBA


Realita hidup kaum Muslimin dewasa ini memaksa mereka sulit keluar dari permasalahan riba. Hal ini tidak-lah membuat kita boleh mencari celah dalam penghalalan riba. Namun Mukmin yang baik selalu mencari hikmah di balik syariat pengharaman riba sambil tetap bekerja keras dan ulet dalam batas-batas yang dihalalkan oleh Alloh.

Alloh   sebagai pemilik alam dan Maha Pengatur kehidupan seluruh penghuni alam semesta telah mewanti-wanti kaum Mukminin untuk menjauhi perbuatan riba. Dalam kalam-Nya yang mulia Alloh   berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda dan takutlah kalian kepada Alloh niscaya kalian men-jadi hamba yang menang (beruntung).” (QS. Ali ‘Imron [3]: 130)

Begitu besarnya bahaya riba sehingga Alloh   mela-rang dengan kalimat langsung tanpa kiasan.

Dalam kesempatan lain Alloh   berfirman:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, pa-dahal Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka ba-ginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) ke-pada Alloh. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqoroh [2]: 275)

Dan Alloh   juga berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah ke-pada Alloh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman. Maka jika kalian tidak mengerjakan (meninggal-kan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Alloh dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika ka-lian bertobat (dari pengambilan riba), maka bagi kalian pokok harta kalian; kalian tidak menga-niaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. al-Baqoroh [2]: 278-279)

Imam Qotadah   berkata: 
“Para pemakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam kondisi gila.”
Dalam hadits ‘Abdulloh bin Mas’ud  , ia berkata:
(( لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ   آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ )) وَقَالَ: (( هُمْ سَوَاءٌ ))
“Rosululloh   melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis, dan kedua orang yang menjadi saksi atasnya.” Beliau berkata: “Mereka semua sama saja.” (HR. Muslim)
Bahaya riba bukan hanya menimpa para pelakunya saja, tetapi juga seluruh masyarakat yang “diam” akan kondisi tersebut, apalagi yang meridhoinya. 
‘Abdulloh bin Mas’ud   berkata: 
“Jika zina dan riba telah nyata (merajalela) dalam satu negeri, maka Alloh   telah mengizinkan kehan-curan bagi negeri tersebut.”

Rosululloh   bersabda:
(( الرِّبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ ))
“Riba itu (memiliki) 73 pintu, yang paling ringan dari padanya adalah seperti (dosa) seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri).” (HR. al-Hakim)
(( دِرْهَمٌ رِبًا يَأْكُلُهَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلاَثِيْنَ زِنْيَةً ))
“Sedirham (uang) riba yang dimakan oleh seseo-rang, sedang ia mengetahui (uang itu hasil riba) lebih keras (siksanya) daripada tiga puluh enam wanita pezina.” (HR. al-Hakim)
(( الرِّبَا وَإِنْ كَثُرَ فَإِنَّ عَاقِبَتَهُ تَصِيْرُ إِلَى قُلِّ )) 
“(Uang) riba itu meski (pada awalnya) banyak, tetapi pada akhirnya ia akan menjadi sedikit.” (HR. al-Hakim)

Saudaraku kaum Muslimin dan Muslimat.... 
Sesungguhnya Mukmin yang baik adalah yang selalu menjaga diri, keluarganya dan masyarakat dari adzab neraka dengan tidak bermaksiat kepada Alloh   dan selalu berupaya menaati seluruh perintah dan larangan-larangan Alloh   dan Rosul-Nya  .

Di antaranya adalah dengan menjauhi riba dan per-buatan lain yang terkait dengannya!

Peringatan Bagi Peminum Khomr dan Pecandu Narkoba


Alloh berfirman tentang pengharaman minuman keras secara total dalam dua buah ayat-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbu-atan-perbuatan itu agar kalian mendapat kebe-runtungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan keben-cian di antara kalian lantaran (meminum) khomr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Alloh dan sholat; maka berhentilah ka-lian (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. al-Ma’idah [5]: 90-91)

al-Azlām  artinya: anak panah yang belum dipakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum dipakai bulu tersebut untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya; mereka ambil tiga buah anak panah yang belum dipakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan “Lakukanlah, atau jangan lakukan”, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, lalu diletakkan dalam se-buah tempat dan disimpan dalam Ka’bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu, maka mereka meminta su-paya juru kunci Ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Dan bila yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi. 

Hukum khomr juga dijelaskan dalam sebuah hadits:
(( كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ ))
“Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan adalah haram.” (HR. Muslim)
Baik berupa minuman, pil, suntikan, hisapan, dan lain sebagainya. Perhatikan ayat di atas, pengharaman khomr disejajarkan dengan pengharaman kepada ber-hala-berhala.

Mudhorot Khomr 

Mudhorot dan kerusakan yang diakibatkan khomr sangatlah banyak, di antaranya:
1. Suatu kemaksiatan dan dosa besar yang sangat dibenci Alloh   dan Rosul-Nya  .
2. Merusak akal dan menghancurkan kesehatan.
3. Menghambur-hamburkan harta untuk suatu hal yang membawa mudhorot.
4. Melahirkan munculnya dosa-dosa besar lainnya, se-perti: menganiaya, perkelahian, pembunuhan, zina, dan lain sebagainya. 
Oleh karena itu khomr sering disebut sebagai ummul khabā’its (induk keburukan).
5. Mengganggu ketentraman masyarakat.
6. Merusak rumah tangga dan keturunan.
7. Menjauhkan peminumnya dari dzikrulloh.

Peringatan Bagi Peminum Khomr dan Pecandu Narkoba

Berikut peringatan keras dan ancaman yang berlaku bagi para peminum khomr dan pecandu narkoba:
1.  Tidak diterima sholatnya selama 40 hari. Jika ia mati, maka akan masuk neraka.
Rosululloh   bersabda:
(( مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ وَسَكَرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، وَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ ))
“Barangsiapa minum khomr dan mabuk, maka sholatnya tidak diterima selama 40 pagi, dan jika meninggal ia masuk neraka. (Tetapi) jika ia ber-tobat, maka Alloh akan menerima tobatnya.” (HR. Ibnu Majah)
2.  Jika ia mati sebelum bertobat, maka diharamkan surga baginya.
Rosululloh   bersabda:
(( لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌ وَلاَ مُدْمِنُ خَمْرَ ))
“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka pada orang tuanya dan peminum khomr.” (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan al-Hakim)
3.  Dikhawatirkan tercabut keimanannya.
Rosululloh   bersabda:
(( وَلاَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِيْنَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمَنٌ ))
“Tidaklah beriman orang yang meminum khomr pada saat ia meminumnya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Peringatan Kepada Penjual dan Pengedar Khomr dan Narkoba

Demikian pula peringatan keras dan ancaman pun berlaku bagi para penjual khomr dan pengedar narkoba. Rosululloh   bersabda:
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ   فَقَالَ: (( يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ لَعَنَ الْخَمْرَ وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَشَارِبَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَسَاقِيْهَا وَمُسْتَقِيْهَا ))
“Jibril datang kepadaku lalu berkata; “Wahai Mu-hammad, sesungguhnya Alloh melaknat khomr, pembuatnya, orang yang minta dibuatkan, pen-jualnya, pembelinya, peminumnya, orang yang menerima harganya, yang mendistribusikannya, yang menerimanya, yang menuangkannya dan yang minta dituangkannya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim dengan sanad shohih)
Saudaraku kaum Muslimin dan Muslimat.... 

Jauhilah minuman keras, narkoba dan semua hal yang memabukkan. Jangan sampai kita terkena kutukan dan adzab Alloh   karena meminumnya, menjualnya atau mengedarkannya.

DOSA BESAR PAGI PELAKU ZINA BESERTA MACAM-MACAMNYA


Zina adalah dosa besar dan perbuatan keji. Pelakunya diancam oleh Alloh   dengan hukuman di dunia, alam barzakh dan akhirat.

Hukuman di Dunia

Hukuman bagi perbuatan zina dan pelaku zina di dunia adalah:
1. Jika pelakunya masih bujang atau belum menikah, maka ia didera (cambuk) seratus kali dan jika pernah menikah, maka dirajam (dilempari batu) sampai mati.
2. Dikhawatirkan tercabutnya keimanan.
Nabi   bersabda:
(( لاَ يَزْنِيْ الزَّانِيْ حِيْنَ يَزْنِيْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ ))
“Tidaklah beriman orang yang berzina ketika ia berzina.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Hukuman di Alam Kubur
Rasululloh   pernah didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail  , lalu keduanya mengajak beliau pergi. Kemudian beliau   bersabda:
“Kemudian kami mendatangi sebuah tungku be-sar yang atasnya sempit dan bawahnya luas, di dalamnya terdengar suara-suara (teriakan). Maka kami melihat ke dalamnya ternyata di situ ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang te-lanjang. Tiba-tiba datang nyala api dari arah ba-wah mereka. Jika nyala api tersebut datang, maka mereka pun berteriak-teriak (karena panas yang sangat), maka aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka ada-lah para pezina laki-laki dan perempuan, begi-nilah adzab untuk mereka sampai hari kiamat.” (HR. al-Bukhori)

Hukuman di Akhirat

Adapun hukuman di akhirat nanti, maka pezina akan dibakar dalam api neraka yang panasnya 70 kali lipat dari panasnya api dunia.

Syariat Islam tidak hanya mengharamkan zina, tetapi juga mengharamkan segala hal apa saja yang mendekat-kan dan mendorong seseorang kepada zina, seperti:
1.Keluarnya seorang wanita Muslimah tanpa menutup seluruh auratnya, dengan pakaian yang terbuka, ter-singkap, ketat atau tipis. 
Ini semua diharamkan dan termasuk dosa besar.
2.Memandang wanita yang bukan mahrom tanpa ke-terpaksaan. 
Juga memandang gambar-gambar wanita di majalah, tabloid dan tv. Barangsiapa yang meninggalkannya karena Alloh  , maka akan diganti dengan manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya.
3. Mendengarkan dan memandang penyanyi. Apalagi jika musik dan isinya tentang cumbu rayu, dan lain sebagainya.
4. Pergaulan bebas. 
Banyak perzinaan terjadi karena ikhtilath (bercampur baur antara lelaki dan perempuan) dan keakraban (atau bahkan kemesraan terlarang) di kantor, kampus, seko-lah, dan lain-lainnya.

5.Kholwat (berduaan) antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahromnya.
Rosululloh   bersabda:
(( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ))
“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berduaan dengan wanita tanpa disertai mahromnya karena setan adalah pihak ketiganya.” (HR. Ahmad)

6.Pacaran. 
Ini merupakan pintu zina yang besar sekali. Semua itu sudah Alloh   haramkan dalam salah satu ayat-Nya:
“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesung-guhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isro’ [17]: 32)

Alloh   telah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang Mukmin yang beruntung (akan mendapatkan ke-baikan dunia dan akhirat) adalah seorang yang menjaga kemaluannya dari apa saja yang diharamkan Alloh  . (Lihat: QS. al-Mu’minun [23]: 5-7)

Ketahuilah, sesungguhnya Alloh   telah memper-siapkan berbagai kenikmatan di sisi-Nya yang jauh lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya serta menjauhi dosa-dosa besar dan fāhisyah (zina). (Lihat: QS. asy-Syuro [42]: 36-37)

DOSA BESAR BAGI ORANG YANG SUKA MENGADA-NGADA DALAM AGAMA (Bid'ah)


Alloh   menciptakan jin dan manusia dengan tu-juan agar mereka beribadah hanya kepada-Nya semata. (Lihat: QS. adz-Dzariyat [51]: 56). Dan ibadah tersebut akan diterima oleh Alloh    jika memenuhi dua syarat, yaitu:

1. Niatnya ikhlas karena Alloh  , tidak untuk meng-harap pujian manusia, kedudukan, materi dan pamrih dunia lainnya. 
Hal ini sebagaimana sabda Rosululloh  :
(( إِنَّمَا اْلأَ عْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ))
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niat-nya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan diba-las) berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

2. Kaifiyyah (caranya) harus sesuai dengan tuntunan Rosululloh  .
Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amal ibadah tersebut ditolak oleh Alloh   dan tidak akan mendapat pahala sama sekali, bahkan men-dapat dosa. 
Rosululloh   bersabda:

(( مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ )) 
(وفي رواية المسلم): (( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ))
“Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya, maka ia tertolak.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim lafazhnya: “Siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan dari perintah kami, maka ia tertolak.”
Sesungguhnya Alloh   telah menyempurnakan agama ini sehingga tidak ada satu bentuk ibadah atau cara beribadah yang belum diterangkan oleh Alloh   dan Rosul-Nya  , sebagaimana firman Alloh   tentang al-Qur’an:

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. an-Nahl [16]: 89)

Rosululloh   telah menyampaikan kepada umatnya semua yang diperintahkan oleh Alloh   untuk disam-paikan, sehingga ketika beliau wafat, maka tidak ada lagi hal yang akan mendekatkan seseorang kepada Alloh   melainkan telah beliau perintahkan.

Sebagai bukti bahwa Nabi   telah menjelaskan segala hal yang diperlakukan manusia dalam hal ibadah adalah firman Alloh  :

“...Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan ke-pada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam itu jadi agama kalian....” (QS. al-Ma’idah [5]: 3)

Saudaraku kaum Muslimin dan Muslimat.... 

Oleh karena itu, bila kita semua sudah berniat optimal untuk beribadah kepada Alloh  , maka ikhlashkanlah niat, kemudian sesuaikan tatacara atau kaifiyyahnya se-suai dengan tuntunan Rosululloh  , atau dengan kata lain tidak berbuat bid’ah, yaitu mengada-ada dalam agama!

ANCAMAN BERATNYA DOSA BAGI PEMBUNUH


Di antara tujuan syariat Islam adalah melindungi jiwa manusia. Dalam Islam, nyawa seorang Muslim sangatlah mahal dan ancaman bagi pembunuhnya sangat dahsyat.
Ancaman Bagi Pembunuh Jiwa Manusia

Oleh karena mulia dan berharganya nyawa, maka Islam memberikan banyak ancaman bagi para pembunuh, yaitu:
1. Salah satu dari 7 (tujuh) dosa besar.
2. Tidak mencium harumnya surga.
(( مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَاِئحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رَائِحَتَهَا لَتُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا ))
“Barangsiapa yang membunuh seorang mu’āhid (Yahudi atau Nasrani yang mengikat perjanjian damai dengan kaum Muslimin), maka ia tidak akan mencium harumnya surga. Sungguh, harum-nya surga itu dapat tercium dari jarak 40 tahun.” (HR. al-Bukhori)
Jika membunuh seorang mu’āhid saja seperti itu hu-kumnya, maka bagaimana halnya dengan membunuh jiwa seorang Muslim?
3. Masuk Neraka Jahannam.
Alloh   berfirman:
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang Muk-min dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Alloh murka kepadanya, mengutuknya serta menyediakan adzab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa’ [4]: 93)

Rosululloh   bersabda:
(( إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟ قَالَ: لأِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ ))
“Jika dua orang Muslim saling bertemu dengan pedang-pedangnya, maka yang membunuh dan yang dibunuh berada di dalam neraka.” Sahabat bertanya, “Wahai Rosululloh, ini pantas untuk membunuh tetapi kenapa yang terbunuh juga di dalam neraka?” Beliau menjawab, “Karena ia ber-niat dengan sungguh-sungguh untuk membunuh lawannya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

4. Membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh umat manusia.
Alloh   berfirman:

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Isroil, bahwa barangsiapa yang mem-bunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena mem-buat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. al-Ma’idah [5]: 32)
Hal ini tidak hanya berlaku bagi Bani Isroil saja, te-tapi berlaku untuk umat manusia seluruhnya.
5.Pelanggaran yang sangat besar dalam agama.
Rosululloh   bersabda:
(( لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِيْنِهِ مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا ))
“Seorang hamba akan tetap berada dalam kela-pangan agamanya selama dia tidak menumpahkan darah yang diharamkan.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Kapankah Seorang Muslim Boleh Dibunuh?

Seorang Muslim boleh dibunuh hanya dengan tiga alasan, yaitu:
1. Hukum qishosh (balasan terhadap orang yang mem-bunuh seorang muslim dengan sengaja).
2. Orang yang berzina setelah ia menikah.
3. Orang Muslim yang murtad (keluar dari Islam).
Rosululloh   bersabda:

(( لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسِ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ ))
“Tidaklah halal darah seorang Muslim yang telah mengucapkan 2 kalimat syahadat kecuali dengan tiga alasan: orang yang sudah menikah lalu berzina, orang yang membunuh (hukum qishosh) dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) yang berpisah dari jama’ah.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)

Catatan: yang berhak melaksanakan hukuman di atas adalah hakim, bukan sembarangan orang.