9/29/14

KORELASI POSITIF

Makalah statistika Korelasi Positif dapat kamu download pada link berikut :

DOWNLOAD POWER POINT, KLIK GAMBAR
download

9/28/14

MAKALAH FUNGSI DAN PERAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Berbicara pendidikan, keberhasilan pengelolaan pendidikan sangat didasarkan kepada bagaimana mengelola program pendidikan itu sendiri. Peran administrasi pendidikan menurut penulis merupakan sebagai proses bagaimana suatu tujuan pendidikan itu akan dicapai. Administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Semua itu tidak lepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah. Orang sering menganggap enteng administrasi tersebut, padahal kalau administrasi dipegang sama orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan berantakan. Orang yang memegang administrasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan). Administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian/ keteraturan kita dalam pembukuan.Administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara kontinyu. Administrasi adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar proses belajar mengajar lebih efektif. Terbatasnya pengetahuan dari personal tata usaha sekolah akan administrasi sarana dan prasarana pendidikan, serta kurangnya minat dari mereka untuk mengetahui dan memahaminya dengan sungguh sungguh.[1]
Konsep pembelajaran tujuan dan fungsi administrasi telah dikenal sejak lama dengan berbagai asumsi. Administrasi bisa dikenal sebagai materi, menyuruh orang agar bekerja, mencapai suatu tujuan melalui upaya orang lain, memanfaatkan manusia, uang, dan sebagainya. Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas dan komperensif, tentang administrasi, makalah ini akan mengemukakan fungsi dan tujuan yang berlaku dalam administrasi. Seperti halnya dalam bidang lain, dalam perkembangan administrasi sering terjadi asumsi, teori dan pandangan yang melengkapi mengubah bahkan mengganti sebagian dengan perombakan itu, administrasi seolah maju dan berkembang segala kemajuan kehidupan manusia. Hal ini menunjukkan administrasi hadir dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu sampai yang akan datang.[2]

                                                   
B.     Rumusan masalah
a.       Apakah yang dimaksud dengan administrasi pendidikan?
b.      Bagaimanakah fungsi dan peranan Administrasi dalam lingkup pendidikan?
C.     Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
a.       Untuk mengetahui secara singkat apa yang dimaksud dengan administrasi pendidikan
b.      Untuk mengetahui secara mendalam tentang fungsi dan peran administrasi pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Kata “ Administrasi ” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari atas kata ad dan ministate, kata ad mempunyai arti “KE” atau “KEPADA”, dan ministate  yang berarti melayani, membantu atau mengarahkan, jadi kata “Administrasi dapat disatukan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.Pendidikan adalah usaha sadar atau suatu aktifitas untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup dengan kata lain pendidikan tidak hanya berlangsung dalam kelas tetapi pada diluar kelas, pendidikan bukan bersifat formal saja tetapi mencakup pula non formal.[3]
Setelah kita melihat pengertian dari dua unsur di atas maka kita akan mengambil pengertian menurut M. Ngalim purwanto, bahwa yang dimaksud dengan Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, sepiritual, ataupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.[4]
B.     Fungsi dan peran Administrasi pendidikan
        Jika dihubungkan dengan administrasi pendidikan maka bisa diartikan bahwa hal ini merupakan upaya peningkatan efektifitas unsur-unsur pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.[5]
        Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, komunikasi, supervisi,kepengawasan pembiayaan, dan evaluasi. Semua fungsi tersebut satu sama lain saling bertalian sangat erat. Untuk mendapat  gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsi tersebut , dalam pasal ini akan diuraikan satu persatu[6] :

1)      Perencanaan ( planning)
        Fungsi perencanaan pendidikan merupakan fungsi yang sangat penting dari administrasi, karena fungsi ini memang berperan banyak dalam hal memberi petunjuk pada pelaksanaan pendidikan, acuan untuk memonitorkemajuan dan pelaksanaan program pendidikan kriteria dalam penilaian untuk mengetahui ada tidaknya hambatan atau bahkan penyimpangan dan dapat menjadi media inovasi. Dalam fungsi terkandung kegiatan menetapkan tujuan, mengambil keputusan mengadakan peramalan atau perkiraan, dan memprakarsai strategi pelaksanaan. Lalu dapat dinyatakan perencanaan adalah menetapkan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan alat (sarana) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu[7]. Di dalam dua setiap perencanaan ada dua factor yang harus  diperhatikan, yaitu faktor tujuan dan faktor sarana, baik sarana personel maupun material.

        Langkah-langkah perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut[8]:
a)      Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
b)      Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
c)      Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan.
d)     Menentukann tahap dan rangkaian tindakan.
e)      Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan.
   Dalam menyusun perencanaan ada syarat-syarat berikut yang perlu diperhatikan:
1.      Perncanaan harus harus didasarkan atas tujuan yang jelas.
2.      Bersifat sederhana, realistis dan praktis.
3.      Terinci, memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindaakan sehingga mudah dipedomani dan dijalankan.
4.      Memiliki fleksibilitas sehingga  mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan sewaktu-waktu.
5.      Terdapat perimbangan antara bermacam-macam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu, menurut urgensi masing-masing.
6.      Diusahakan adanya penghematan tenaga, biaya, dan waktu serta  kemungkinan pengguunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia dengan sebaik-baiknya.
7.      Diusahakan agar sedapat mungkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan.

         Perencanaan ( planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan.[9]

2)      Pengorganisasian (organizing)
        Fungsi administrasi yang kedua adalah pengorganisasian, yang berarti upaya membina dan memapankan hubungan antar kegiatan dan faktor fisik yang harus dilakukan dan diperlukan, mengkoordinasikan sumber yang ada, pimpinan mendesain struktur formal bagi tugas dan hubungan kewenangan yang akan menjamin efektifitas dalam pencapaian tujuan.
        Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan kerja antara orang –orang sehingga terwujud satu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.didalam pengorganisaian terdapat adanya pembagian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian,sehingga terciptalah hubungan-hubungan kerja sama yang harmonisdan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas,wewenang, dan tanggung jawab , hendaknya disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan, dan kepribdian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
        Fungsi organisasi dapat diartikan bemacam-macam:
a)      Organisasi dapat diartikan sebagai memberi struktur, terutama dalam penyusunan/penempatan personal, pekerjaan-pekerjaan, material, dan pikiran-pikiran didalam struktur itu.
b)       Oganisasi dapat pula ditafsirka sebagai menetapkan hubungan antara orang –orang.
c)      Organisasi dapat juga diartikan semata-mata mengingat maksudnya, yakni, sebagai alat untuk mempersatukan usaha-usaha menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan.

3)      Pengoordinasian ( coordinating)
        Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, material, pikirna-pikiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.

4)      Komunikasi
        Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.

5)      Supervisi
        Supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tuujuan pendidikan.
Secara singkat dapat disimpulkan. Bahwa fungsi atau tugas supervisi ialah sebagai berikut[10]:
a)      Menjalankan aktiivitas untuk mengetahui situasi administrasi pendidikan, sebagai kegiatan pendidikan disekolah dalam segala bindang.
b)      Menentukan syarat-syarat yang diperlukan untuk menciptaan situasi pendidikan di sekolah
c)      Menjalankan aktivitas untuk mempertinggi hasil dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan.

6)      Kepegawaian( staffing)
        Masalah selajutnya yang perlu diperhatikan didalam kegiatan kepegawian ialah
Pemberian motivasi kepada para pegawai agar selalu bekerja giat, kesejahtraan pegawai( jasmani-maupun rohani), insentif daan penghaargaan atas jasa-jasa  mereka, konduite dan bimbingan untuk lebih maju , adanya kesempatan untuk meg-upgrade diri, masalah pemberhentian dan pensiun pegawai,

7)      Pembiayaan ( budgeting)[11]
        Setiap kebuutuhan organisasi, baik personel maupun material, semua memerlukan adanya biaya . itulah sebabnya maka masalah pembiayaan harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan itu ialah:
a)      Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan
b)      Dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh
c)      Bagaimana penggunaannya
d)     Siapa yang akan melaksanakanya
e)      Bagaimanapembukuan dan pertangguugjawabannya
f)       Bagaimana pengawasannya
8)      Penilaian (evaluating)
            Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas  untuk meneliti dan mengetahui sampai dimana pelaksanaan yang dilakukan didalam proses  keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Setiap kegiatan,  baik yang dilakukan oleh unsur pimpinan maupun oleh bawahan, memerlukan adanya evaluasi. Evaluasi mengetahui berhasil atau tidaknya suatu program, diperlukan adanya penilaian atau evaluasi[12]. Tiap penilaian berpegang pada rencana tujuan yang hendak dicapainya, atau dengan kata lain setiap tujuan merupakan kriteria penilaian. Oleh karen itu penilaian terhadap pekerjaan seorang guru dalam usaha mendidik dan mengajar murid –muridnya, tidak dapat disamakan dengan penilaian terhadap pekerjaan tukang menjahit dalam membuat pakaian langganannya, atau pekerjaan arsitek dalam membangun sebuah gedung[13]

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
B.     Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, komunikasi, supervisi, kepengawasan pembiayaan, dan evaluasi. Semua fungsi tersebut satu sama lain saling bertalian sangat erat.

DAFTAR PUSTAKA
Purwanto,Ngalim,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.

Daryanto,H.M., Administrasi Pendidikan,Jakarta,Rineka Cipta,2010.

http://carmi92.blogspot.com/2013/05/makalah-administrasi-pendidikan-tujuan.html





[2]http://carmi92.blogspot.com/2013/05/makalah-administrasi-pendidikan-tujuan.htmldi unduhkamis tgl 25,05:10               


[4]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009. hal.3
[5]http://carmi92.blogspot.com/2013/05/makalah-administrasi-pendidikan-tujuan.html di unduh kamis tgl 25/9/2014, pukul 05:10 pm


[6]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.hal.14
[7]http://carmi92.blogspot.com/2013/05/makalah-administrasi-pendidikan-tujuan.html di unduh kamis tgl 25/9/2014, pukul 05:10 pm

[8]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.hal.15

[9]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.hal.16


[10]H.M. daryanto, administrasi pendidikan,Jakarta,rineka cipta,2010. Hal. 179
[11]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.hal.21


[12]Ngalim purwanto,Administrasi dan supervise pendidikan,Jakarta,remaja rosdakarya,2009.hal.22

[13]http://carmi92.blogspot.com/2013/05/makalah-administrasi-pendidikan-tujuan.html di unduh kamis tgl 25/9/2014, pukul 05:10 pm

MAKALAH PEMIKIRAN FILSAFAT AL RAZY

9/27/14

TUJUAN, JENIS, KRITERIA, PERKEMBANGAN DAN POLA PEMBELAJARAN MEDIA



MATERI MAKALAH TUJUAN, JENIS, KRITERIA, PERKEMBANGAN DAN POLA PEMBELAJARAN MEDIA DAPAT KAMU DOWNLOAD PADA LINK BERIKUT

DOWNLOAD POWER POINT KLIK GAMBAR >
download

URGENSI BASIC DAKWAH SKILL


MATERI MAKALAH URGENSI BASIC DAKWAH SKILL DAPAT KAMU DOWNLOAD PADA LINK BERIKUT

DOWNLOAD POWER POINT, KLIK GAMBAR :
DOWNLOAD

SILABUS MATA KULIAH Pendidikan Sosial dan Keterampilan Hidup (Life Skill)

Pendidikan Sosial dan Keterampilan Hidup (Life Skill)


SILABUS MATA KULIAH
Pendidikan Sosial dan Keterampilan Hidup (Life Skill)

Program Studi                   : Pendidikan Agama Islam
Jurusan                              : Tarbiyah
Jenjang Pendidikan           : S-1
Mata Kuliah                : Pendidikan Sosial dan Keterampilan Hidup (Life Skill)
Bobot SKS                             : 3 SKS
Kompetensi Mata Kuliah   : Kompetensi Utama
 


A.   Deskripsi

Setiap mahasiswa pada dasarnya memiliki potensi dan kecakapan hidup baik yang bersifat alamiah maupun dikembangkan melalui sistem pendidikan, agar potensi dan kecakapan tersebut menjadi modal investasi bagi kelangsungan hidupnya. Kecakapan hidup, baik berupa kecakapan dasar, kecakapan instrumental maupun kecakapan khusus sesungguhnya dapat dibina, diarahkan dan dikembangkan dengan menggunakan pendidikan yang terpadu, sistematis dan terprogram dengan baik.

Oleh karena itu, mata kuliah Pendidikan Sosial dan Keterampilan Hidup ini ditawarkan sebagai penguat dan tambahan kompetensi terhadap calon lulusan agar memiliki ketahanan hidup dan kemampuan berkompetisi dengan menggunakan berbagai potensi yang dimilikinya serta mampu berkarya dan berinovasi dalam rangka memberikan kemanfaatan bagi orang lain, keluarga dan masyarakat pada umumnya.

B.   Kompetensi
1.       Memiliki kemampuan dalam mengembangkan potensi manusiawinya dalam menjalankan perannya di masa depan.
2.       Memiliki sikap jujur dan amanah, suka bekerja keras, ulet, tabah, empati dalam mengisi hidup dan  kehidupannya secara kompetitif.
3.       Memiliki keterampilan dalam merencanakan, bekerjasama dan mengelola segala potensi manusiawinya dalam menghadapi dan memecahkan permasalahan hidup dan kehidupannya baik secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.

C.   Topik Inti
1.       Latar Belakang Perlunya Basic Life Skill
2.       Pengertian dan Prinsip-Prinsip Dasar Keterampilan Hidup
3.       Pengenalan Diri
4.       Pencarian Peluang
5.       Penetapan Tujuan dan Cita-Cita, Fokus dan Sasaran
6.       Mengurai Rencana Secara Detail
7.       Menyusun Proses Pencapaian Tujuan
8.       Penyusunan Peta Hidup
9.       Pengelolaan Waktu
10.   Action Plan
11.   Succes of Story Orabg-Orang Berhasil  


TERM, RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN MANFAAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN

TERM, RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN MANFAAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN

BAB I

PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Administrasi adalah kegiatan yang menduduki kedudukan sentral di dalam pembinaan dan pengembangan pada setiap kegiatan kerjasama sekelompok manusia, dalam bidang pendidikan juga harus ada administrasi yang mampu mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan. Karena pada lingkungan setiap lembaga pendidikan formal terdapat sejumlah manusia, baik yang berkedudukan sebagai pimpinan maupun sebagai tenaga pelaksana. Mereka tidak cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai bidang pendidikan saja, akan tetapi harus dibekali pula dengan kemampuan bekerjasama dan kemampuan mengarahkan kerjasama itu guna mencapai tujuan lembaga pendidikan masing-masing.
Dalam dunia pendidikan diindonesia, bidang studi administrasipendidikan boleh dikatakan masih baru. Dinegara-negara yang sudah maju, administrasipenndidikan mulai berkembang dengan pesat sejak abad 20-an, terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua. Khususnya dinegara kita Indonesia administrasi pendidikan mulai diperkenalkan melaluai beberapa IKIP sejak tahun 1960-an, dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran dan mata ujian di SGA/SPG sejak tahu ajaran 1965/1966. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para pendidik sendiribanyak yang belum memahami betapa perlu dan pentingya adminstrasi pendidikan itu dalam penyelenggaraan dan pengembanagan pendidikan pada umumnya. Disamping itu, administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu, terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembanagn pendidikan dinegara masing-masing.[1]
B.   Rumusan Masalah
1. Apa term, ruang lingkup, tujuan, dan manfaat administrasi pendidikan?
C.  Tujuan Penulisan
1. Agar mengetahui dan memahami term, ruang lingkup, tujuan dan manfaat administrasi pendidikan




.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Administrasi
Kata “Administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Kata ad memiliki arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang bermakna “Ke” atau “Kepada”. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti melayani, membantu atau mengarahkan. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula” Mengatur” , “Memelihara” (to look after), dan mengarahkan.
Jadi, kata “Administrasi” dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan dalam mencapaisuatu tujuan.[2]
         Sondang P Siagian  MPA.PHD Administrasi keseluruhan proses kerja sama antara dua orang   atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[3]
           Drs.The Liang Gie Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekolompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.[4]
           Drs.Soebari Trisna Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan secara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efesien.[5]
           Depdiknas RI Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personal maupun material) secara efektif dan efesien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.[6]
Dengan beberapa pengertian tersebut di atas ,maka perlu ditegaskan disini sebagai berikut;[7]
a. Bahwa seluruh administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan tugas-tugas pendidikan.
b.  Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas yang meliputi kegiatan perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan,khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
c.  Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan tata usaha seperti dilakukan di kantor-kantor,inspeksi pendidikan lainnya.
     Singkatnya administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah.
Untuk memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi yaitu:[8]
1.Hadari Nawawi (1989:11) Administrasi pendidikan adalah serangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapaitujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal.
2.    Engkoswara Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumberdaya yaitu manusia, kurikulum, atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turun serta dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati.
3.Ngalim Purwanto (1984:14) Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, materiil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
Karakteristik Admistrasi Pendidikan[9]
Berdasarkan definisi-definisi yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat kita pahami karakteristik administrasi pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Administrasi pendidikan meliputi semua kegiatan yang berkenaan dengan tujuan memperbaiki proses pendidikan.
2.      Administrasi pendidikan merupakan usaha kolektif dan kerjasama sekelompok orang di dalam lembaga pendidikan berdasarkan ketentuan-ketentuan dan batasan-batasan kemampuan tertentu.
3.      Administrasi pendidikan merupakan proses kemanusiaan yang bertujuan agar terpenuhi keinginan dan kebutuhan manusia dalam rangka memperbaiki kehidupan manusia melalui perubahan manusia yang bersangkutan.
4.      Administrasi pendidikan adalah proses sosial dengan arti kata bahwa administrasi pendidikan tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
5.      Admnistrasi pendidikan adalah proses pendidikan yang berusaha untuk mengembangkan pekerja-pekerja dan orang-orang yang berkaitan dengan organisasi.
6.      Administrasi pendidikan juga merupakan usaha-usaha yang teratur, dan usaha-usaha yang tepat dalam melaksanakan koordinasi pada suatu organisasi.
7.      Administrasi pendidikan merupakan kerja kepemimpinan yang bijaksana, dan dapat menciptakan iklim yang kondusif, meliputi material, psikologis, spiritual dan sosial.
8.      Administrasi pendidikan adalah proses pendidikan yang bertujuan atau jalan untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa batasan diatas dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan prilaku manusia dalam pendidikan agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara prduktif.
B.     Ruang lingkup Administrasi Pendidikan
    1.  Administrasi tata laksana sekolah yang meliputi;
a)            Organisasi dan Struktur
b)            Otorisasi dan anggaran
c)            Kepegawaian
d)           Perlengkapan dan perbekalan
e)            Keuangan dan pembukuan
f)             Korespondensi/surat menyurat
g)            Laporan
h)            Pengangkatan,penempatan dan pemindahan serta pemberhentian
i)              Pengisian buku pokok (induk) raport dsb.
2. Administrasi personal guru dan pegawai sekolah melipuiti;
a)            Pengangkatan dan penempatan guru
b)            Organisasi personal guru
c)            Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru
d)           Rencana orientasi bagi tenaga guru baru
e)            kondiute dan penilaian kemajuan guru
f)             Inservise training dan up-grading guru.
3. Administrasi murid melipuiti;
a)            Organisasi dan perkumpulan murid
b)            Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
c)            Penilaian dan pengukuran murid
d)           Bimbingan dan penyuluhan.
4.  Supervisi Pengajaran meliputi;
a.             Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru
b.            Usaha mengembanngkan,mencari dan menggunakan metode baru
c.             Mengusahakan cara-cara menilai hasil pendidikan dan pengajaran
d.            Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru.
5.Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum meliputi;
a.             Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum dalam kurikulum
b.            Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi,sumber  Dan metode.
c.             Menuruti atau megikuti kurikulum yang sudah ada juga berhak atau boleh  Memilih atau menambah materi atau metode  yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam buku “Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah, disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meliputi:
1.      Administrasi program pengajaran
2.      Administrasi murid atau siswa
3.      Administrasi kepegawaiaan
4.      Administrasi keuangan
5.      Administrasi perlengkapan
6.      Administrasi surat menyurat
7.      Administrasi perpustakaan
8.      Administrasi pembinaan kesiswaan
9.      Administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat
6. Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah meliputi;
a.  Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan
b. Mengusahakan, merencanakan, dan menggunakan biaya  pendirian gedung  sekolah
c. Menentukan jumlah dan luas ruangan-ruangan kelas, kantor, gudang, asrama, lapangan olahraga, podium, kebun sekolah, dsb., serta komposisinya satu sama lain.
d. Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas-fasilitas lain yang efektif dan produktif, serta pemeliharaannya secara kontinyu.
e. Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan
f. Apa yang tercantum pada nomor 1 s/d 5 diatas sangat erat hubungannya dengan kurikulum, kondisi-kondisi, serta kemajuan masyarakat setempat dan bertambahnya jumlah anak-anak setiap tahunnya yang memerlukan sekolah tersebut.
7.Hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi
Hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain, hubungan sekolah dengan pemerintah setempat, hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawatan-jawatan lain, dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.
Dari uraian diatas, maka bidang-bidang yang mencakup dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokan menjadi 3:
a)      Administrasi material, yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/ benda-benda, seperti ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, gedung, dan alat-alat perlengkapan sekolah, dan lain-lain.
b)      Administrasi personel, mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah, dan juga administrasi murid. Dalam hal ini masalah kepemimpinan dan supervisi atau kepegawaian memegang peran yang sangat penting.
c)      Administrasi kurikulum, mencakup dialamnya penyusunan kurikulum, pembinaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, seperti antara lain pembagian tugas mengajar pada guru-guru, penyusunan syllabus atau rencana pengajaran tahunan, persiapan harian dan mingguan, dan sebagainya.
C.                Tujuan Administrasi Pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan tidak lain adalah agar semua kegiatan itu mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi digunakan didalam dunia pendidikan adalah agar tujuan pendidikan tercapai.
Seperti yang dikatakan Sergiovanni dan Carver (1975), ada 4 tujuan aministrasi yaitu: efektivitas produksi, efisiensi, kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness), dan kepuasan kerja.[10]
Sasaran administrasi pendidikan adalah manusia, maka pelaksanaannya tidak boleh tidak dapat disetarafkan dengan “ordenil mesin”. Sifat administrasinyapun tidak bias bersifat mekanistis. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan pada prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. Kegiatan administrasi pendidikan hendaknya didasarkan pada: 1) Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik, 2) Adanya koordinasi dalam semua usaha, 3) Penggunaan waktu, tenaga dan alat secara efektif dan efesien, 4) Partisipasi yang luas dalam menentukan policy dan program, 5) Memindahkan kekuasaan yang sesuai dengan tanggung jawab, dan 6) Menghindarkan overlapping fungsi.
Tujuan administrasi pendidikan dapat dikelompokkan kepada tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dari administrasi pendidikan adalah agar tersusun dan terlaksana suatu system pengelolaan komponen instrumental dari proses pendidikan yang meliputi komponen siswa, pegawai guru, sarana/prasarana, organisasi, pembiayaan, tata usaha dan hubungan sekolah dengan masyarakat, agar terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara efektif yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
Tujuan jangka menengah administrasi pendidikan mengarah kepada pencapaian tujuan institusional setiap jenis dan jenjang serta program pendidikan. Sedangkan tujuan jangka panjang administrasi pendidikan adalah tujuan yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Disamping itu secara operasional administrasi pendidikan bertujuan untuk:
1)      Memudahkan pekerjaan administrasi dalam bidang pendidikan, memudahkan proses pelaksanaannya, memanfaatkan potensi manusia dan material yang diharapkan akan dapat menghasilkan keputusan-keputusan administrasi dalam bidang pendidikan yang sifatnya realistis, kolektif, dan sehat untuk mencapai penyelesaian masalah administrasi dalam bidang pendidikan yang dihadapi.
2)      Menciptakan iklim ruhaniah, psikologis dan sosial dengan memperhatikan dan memupuk kejujuran, amanah, keikhlasan dalam bekerja.
3)      Meningkatkan moral dan semangat kesetiakawanan di antara individu yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan administrasi pada lembaga pendidikan.
4)      Meningkatkan produktivitas kerja para pekerja, serta memperbaiki kualitas, metode dan media dalam kaitannya untuk mencapai tujuan pendidikan.
5)      Meningkatkan kemampuan pekerja dan mempertinggi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara terus menerus dalam melakukan pekerjaan yang diemban.
6)      Mengadakan perubahan yang diinginkan dalm proses pendidikan dengan seluruh aspeknya dan mendorong peserta didik dalam mencapai pertumbuhan yang menyeluruh dan utuh, serta dapat melakukan penyesuaian dalam masyarakat yang selalu mengalami perubahan.
7)      Menghubungkan antara proses pendidikan dan tujuan-tujuan pembangunan dalam masyarakat, serta mempererat hubungan pendidikan dengan masyarakat/ lingkungan.[11]
D.              Manfaat Administrasi Pendidikan[12]
Adapun manfaat administrasi pendidikan menurut Prof. Dr. H. Asnawir adalah sebagai berikut:
1). Mengangkat derajat kinerja pekerja dan menolong mensukseskan dan memperbaiki kinerja tersebut.
2).   Menciptakan iklim kerja yang baik untuk menerapkan prinsip-prinsip hubungan kemanusiaan yang sehat dengan menekankan penghargaan kepada setiap orang pada lembaga pendidikan  yang bersangkutan.
3)Mendorong menterjemahkan, merubah pikiran-pikiran dan teori-teori pendidikan menjadi kurikulum, program, metode, media, prosedur dan berbagai aktivitas pendidikan lainnya untuk menempuh jalan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
4)      Berusaha menghubungkan/mempertemukan lembaga pendidikan dengan masyarakat kearah pengembangan, kemajuan dan kestabilan.
Selanjutnya Ahmad Sabri dalam bukunya administrasi pendidikan menyebutkan manfaat administrasi pendidikan bagi seorang tenaga kependidikan yang mempelajari administrasi pendidikan adalah:
1)            Dapat mengetahui dan menyadari akan tugas-tugas dan kewenangan yang mesti dipikulnya serta mengetahui bagaimana cara-cara melaksanakan tugas-tugas dan kewenangan masing-masing.
2)            Dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan kerja atau overlapping kerja/ tugas.
3)            Mengetahui bagaimana melaksanakan sesuatu kegiatan kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan supaya tercapai efektif serta secara tepat.
4)            Mengetahui batas-batas hak dan kewajiban masing-masing tenaga kependidikan.

 BAB III
KESIMPULAN
Kata “Administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Kata ad memiliki arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang bermakna “Ke” atau “Kepada”. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti melayani, membantu atau mengarahkan. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula” Mengatur” , “Memelihara” (to look after), dan mengarahkan.
Jadi, kata “Administrasi” dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan dalam mencapaisuatu tujuan.[13]
         Sondang P Siagian  MPA.PHD Administrasi keseluruhan proses kerja sama antara dua orang   atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
.
Dalam buku “Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah, disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meliputi:
1.      Administrasi program pengajaran
2.      Administrasi murid atau siswa
3.      Administrasi kepegawaiaan
4.      Administrasi keuangan
5.      Administrasi perlengkapan
6.      Administrasi surat menyurat
7.      Administrasi perpustakaan
8.      Administrasi pembinaan kesiswaan
9.      Administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat
Tujuan administrasi pendidikan dapat dikelompokkan kepada tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek dari administrasi pendidikan adalah agar tersusun dan terlaksana suatu system pengelolaan komponen instrumental dari proses pendidikan yang meliputi komponen siswa, pegawai guru, sarana/prasarana, organisasi, pembiayaan, tata usaha dan hubungan sekolah dengan masyarakat, agar terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara efektif yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
Tujuan jangka menengah administrasi pendidikan mengarah kepada pencapaian tujuan institusional setiap jenis dan jenjang serta program pendidikan. Sedangkan tujuan jangka panjang administrasi pendidikan adalah tujuan yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
    Manfaat Administrasi Pendidikan[14]
Adapun manfaat administrasi pendidikan menurut Prof. Dr. H. Asnawir adalah sebagai berikut:
1). Mengangkat derajat kinerja pekerja dan menolong mensukseskan dan memperbaiki kinerja tersebut.
2).   Menciptakan iklim kerja yang baik untuk menerapkan prinsip-prinsip hubungan kemanusiaan yang sehat dengan menekankan penghargaan kepada setiap orang pada lembaga pendidikan  yang bersangkutan.
3)Mendorong menterjemahkan, merubah pikiran-pikiran dan teori-teori pendidikan menjadi kurikulum, program, metode, media, prosedur dan berbagai aktivitas pendidikan lainnya untuk menempuh jalan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
4)      Berusaha menghubungkan/mempertemukan lembaga pendidikan dengan masyarakat kea rah pengembangan, kemajuan dan kestabilan.
Selanjutnya Ahmad Sabri dalam bukunya administrasi pendidikan menyebutkan manfaat administrasi pendidikan bagi seorang tenaga kependidikan yang mempelajari administrasi pendidikan adalah:
1)            Dapat mengetahui dan menyadari akan tugas-tugas dan kewenangan yang mesti dipikulnya serta mengetahui bagaimana cara-cara melaksanakan tugas-tugas dan kewenangan masing-masing.
2)            Dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan kerja atau overlapping kerja/ tugas.
3)            Mengetahui bagaimana melaksanakan sesuatu kegiatan kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan supaya tercapai efektif serta secara tepat.
4)            Mengetahui batas-batas hak dan kewajiban masing-masing tenaga kependidikan.





[1]Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan,Bandung:Rosda Karya, thn 2009, hal 1
[2]Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan,Bandung:Rosda Karya, thn 2009, hal 1
[3] H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 7
[4]H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 7
[5]H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 7
[6]H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 8
[7]H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 9-10
[8]H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 10-11
[10] H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,jakarta: Rineka Cipta, thn 2010,hal 17
[13]Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan,Bandung:Rosda Karya, thn 2009, hal 1