10/27/14

PENGERTIAN POSTER DAN MACAM-MACAMNYA


PENGERTIAN POSTER DAN MACAM-MACAMNYA

Poster merupakan salah satu media yang sering kita lihat didalam keseharian kita entah itu dijalan, sekolah, tempat kerja, mall, dan banyak tempat-tempat lainnya. Tapi apakah kita mengetahui secara pasti apa sih pengertian poster serta untuk tujuan apa poster itu dibuat? Saya yakin banyak dari kita yang belum mengerti dan memahaminya. Oleh sebab itu, artikel ini dibuat untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai pengertian poster dan juga tujuannya.

Pengertian Poster
Poster merupakan salah satu media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya. Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.

Situs ensiklopedia online terbesar Wikipedia juga memberika pengertian poster sebagai sebuah karya seni grafis yang dibuat dengan perpaduan antara huruf dan angka diatas kertas yang ukurannya relatif besar. Poster ini umumnya ditempel didinding atau permukaan yang relatif datar ditempat-tempat umum yang ramai agar informasi dan pesan yang ada didalam poster tersebut bisa tersampaikan kepada masyarakat.

Macam-macam Poster

Berdasarkan Isinya :
  1. Poster Niaga, poster ini umumnya menawarkan produk suatu perusahaan.
  2. Poster Kegiatan, poster ini menginformasi kegiatan kepada khalayak ramai.
  3. Poster Pendidikan, poster ini ditujukan untuk hal-hal bertemakan pendidikan.
  4. Poster Layanan Masyarakat, poster mengenai layanan umum pemerintah.
Berdasarkan Tujuannya :
  1. Poster Propaganda, poster ini pengaruh sangat kuat terhadap masyarakat
  2. Poster Kampanye, poster yang seringkali terlihat menjelang Pemilu.
  3. Poster "Wanted" atau "Dicari", poster ini umumnya untuk mencari orang.
  4. Poster "Cheesecake", poster ini dibuat untuk mencari perhatian masyarakat.
  5. Poster Film, poster ini mempromosikan film agar dikenal masyarakat.
  6. Poster Kartun, ini adalah poster publikasi dari komik-komik kartun.
  7. Poster Afirmasi, poster ini tujuannya untuk memperikan motivasi.
  8. Poster Riset, poster ini mempublikasikan riset dan penelitian.
  9. Poster Kelas, poster ini bisa kita jumpai didalam kelas-kelas sekolah.
  10. Poster Komersil, poster ini bertujuan untuk kepentingan komersil.
Tujuan Poster
Tujuan dibuatnya poster adalah untuk mengajak, membujuk atau menghimbau masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang telah ditulisakan dan digambarkan didalam poster tersebut. Tujuan poster tersebut harus tersampaikan kepada masyarakat banyak, untuk itu umumnya kita melihat poster-poster terpampang jelas ditempat-tempat yang begitu strategis seperti jalan-jalan utama, pasar-pasar, dan tempat-tempat lainnya.


PAPAN TULIS SEBAGAI MEDIA BELAJAR MENGAJAR


PAPAN TULIS SEBAGAI MEDIA BELAJAR MENGAJAR

Media Papan sebagai Media Dua Dimensi

     Media Sederhana yang cukup mudah dibuat oleh guru adalah media dua dimensi. Media dua dimensi adalah media yang hanya memiliki ukuran panjangdan lebar atau media yang berada pada satu bidang datar. Media pembelajaran dua dimensi meliputi media grafis, media papan, dan media cetak yang penampilan isinya tergolong dua dimensi.

      Media pembelajaran dua dimensi yang dibahas dalam uraian ini adalah media papan atau media bentuk papan. Media papan disebut juga media bentuk papan karena perangkatnya berbentuk bilah papan dan digunakan untuk meletakkan pesan yang dikehendaki.

      Terdapat beberapa jenis media yang tergolong media papan. Media-media tersebut adalah papan tulis, papan tempel, papan flanel, dan papan magnet. Berikut ini dipaparkan tentang media-media papan tersebut.

A. Papan Tulis

     Papan tulis merupakan media dua dimensi yang paling terkenal dan telah cukup lama digunakan di berbagai tempat. Pemanfaatan papan tulis tidak hanya di lingkungan sekolah, melainkan juga di rumah-rumah sakit, kantor-kantor, lembaga-lembaga pendidikan, dan bahkan keluarga. Kapan papan tulis mulai digunakan orang tak dapat diketahui dengan pasti. Berabad-abad lamanya papan tulis telah digunakan untuk papan tulis bermacam-macam. Bahan yang paling lazim untuk pembuatan papan tulis adalah kayu yang dicat hitam.

     Papan tulis berbahan kayu yang dicat hitam memerlukan kapur tulis untuk memanfaatkan papan tulis itu sebagai media pembelajaran. Selain papan tulis berwarna hitam,terdapat juga papan tulis berwarna putih dengan permukaan yang lebih halus. Papan tulis putih (white board) memerlukan spidol untuk alat tulisnya. Dewasa ini warna papan tulis cukup bervariasi, tidak hanya hitam dan putih, tetapi juga warna-warna lain. Penggunaan warna lain tersebut dimaksudkan untuk menambah keefektifan dan mengurangi kelelahan mata.

B. Fungsi Papan Tulis

     Papan tulis secara umum memiliki fungsi sebagai berikut.
  1. Tempat menuliskan pokok-pokok pikiran penjelasan guru dalam pembelajaran klasikal, kelompok, maupun individual.
  2. Tempat menuliskan bagan, grafik, gambar ilustrasi, peta konsep, dan lain-lain untuk mendukung penjelasan guru.
  3. Tempat menuliskan rangkuman materi pembelajaran, tugas-tugas, soal-soal latihan, dan soal-soal ulangan.
  4. Papan tulis dapat memotivasi siswa dengan jalan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas pada papan tulis.
  5. Papan tulis juga berfungsi sebagai tempat meletakkan media grafis seperti bagan, foster, gambar, foto, dan lain-lain, ketika guru menggunakan media grafis tersebut dalam menjelaskan suatu materi pelajaran.
C. Keuntungan Penggunaan Papan Tulis
     Papan tulis yang digunakan secara benar dapat memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungan  penggunaan papan tulis adalah sebagai berikut.
  1. Papan tulis dapat digunakan pada segala jenis dan jenjang pendidikan
  2. Dalam pemanfaatan papan tulis, guru mudah mengawasi keaktifan-keaktifan kelas.
  3. Papan tulis lebih ekonomis bila dibandingkan dengan media papan yang lain karena mudah ditulisi dan dihapus kembali, serta dapat digunakan berulang kali.
  4. Bila diperlukan, guru dapat mempersiapkan terlebih dahulu tulisan atau materi pelajaran di papan tulis, kemudian membalikkannya atau menutup dengan kertas atau kain hitam.
D. Kelemahan Penggunaan Papan Tulis
     Selain memiliki keuntungan, penggunaan papan tulis juga memiliki beberapa kelemahan.
  1. Aktivitas pebelajar atau siswa sulit diawasi apabila guru terlalu lama menulis di papan tulis
  2. Debu kapur tulis dapat mengotori lingkungan dan bila dihirup oleh guru dan siswa dapat mengganggu kesehatan
  3. Tulisan guru yang kurang bagus dapat memberi dampak yang kurang menguntungkan, baik bagi guru maupun siswa.
E. Cara Penggunaan Papan Tulis yang Baik
     Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan papan tulis. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
  1. Sebelum menggunakan papan tulis, sarana pendukung berupa kotak kapur tulis, kapur tulis, dan penghapus papan tulis harus dicek keberadaannya.
  2. Sebelum digunakan, papan tulis diusahakan selalu dalam keadaan bersih.
  3. Ujung kapur tulis dapat digunakan dalam keadaan tumpul ataupun runcing sesuai dengan kebutuhan.
  4. Untuk menarik perhatian siswa terhadap hal-hal yang dianggap penting dan perlu mendapat penekanan dapat menggunakan kapur warna.
  5. Tulisan di papan tulis sebaiknya teratur, urut, dan rapi agar mudah dipahami oleh siswa.
  6. Selain dengan warna, istilah-istilah penting dapat diberi garis bawah
  7. Tulisan pada papan tulis hendaknya mudah dibaca
  8. Pada waktu menulis usahakan sedapat mungkin tulisan yang sedang ditulis langsung dapat dibaca oleh siswa.
F. Syarat-syarat Papan Tulis
     Papan tulis yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat papan tulis yang baik dapat ditinjau dari beberapa aspek, antara lain (1) warna, (2) bentuk dan ukuran, dan (3) pemasangan dan letak. Ditinjau dari aspek warna, ada tiga syarat yang harus diperhatikan. Ketiga syarat tersebut adalah (1) mempunyai warna yang kontras dengan tulisan atau gambar, (2) papan tulis harus buram, tidak boleh mengkilat atau licin, dan (3) warna papan tulis harus serasi dengan warna dinding ruangan kelas.
     Berdasarkan aspek bentuk dan ukuran, maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Dahulu papan tulis yang umum digunakan adalah papan tulis yang memiliki sandaran. Saat ini mulai banyak digunakan papan tulis yang dilekatkan pada dinding ruang kelas. Papan tulis yang dilekatkan pada dinding kelas lebih menghemat ruangan kelas.
  2. Selain papan tulis bersandaran dan dilekatkan pada dinding, ada beberapa bentuk papan tulis yang lain, misalnya papan tulis lipat dan papan tulis geser.
  3. Ukuran papan tulis sebaiknya disesuaikan dengan ukuran kelas. Pada umumnya ukuran papan tulis sekurang-kurangnya adalah 3 meter x 1,20 meter.
G. Pemasangan dan Letak
     Hal penting yang turut menentukan keefektifan penggunaan  papan tulis adalah pemasangan dan letak. Pemasangan dan letak berkenaan dengan penempatan papan tulis, sehingga mudah ditulisi oleh guru dan mudah dilihat oleh siswa. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan papan tulis dalam hubungannya dengan pemasangan dan letak.
  1. Pemasangan papan tulis diusahakan agar dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa
  2. Pencahayaan papan tulis diatur agar tidak menimbulkan efek silau bagi siswa. Bila cahaya berlebih dan berdampak silau pada papan tulis, maka perlu dipasang tirai jendela. Sebaliknya, bila cahaya kurang atau redup perlu bantuan pencahayaan dari lampu listrik
  3. Penempatan papan tulis pada dinding perlu memperhatikan tinggi papan tulis dari lantai. Pemasangan papan tulis sebaiknya mempertimbangkan tinggi para siswa, sehingga mudah dicapai oleh siswa. Pembuatan lantai depan kelas yang lebih tinggi daripada lantai lainnya dan penggunaan papan berundak merupakan upaya yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi hal tersebut.
  4. Penggunaan papan tulis bersandaran diusahakan penempatannya tidak terlalu dekat dengan deret bangku siswa terdepan. Jarak minimal yang dianjurkan adalah 2,5 meter dari deret bangku siswa terdepan
  5. Apabila dalam satu ruangan ditempatkan dua papan tulis, sebaiknya salah satu atau keduanya tidak dipasang secara permanen.
H. Alat Teknis Papan Tulis
   Pemanfaatan papan tulis sebagai media pembelajaran membutuhkan beberapa alat-alat yang bersifat teknis. Alat-alat tersebut antara lain cetakan papan tulis, stensil papan tulis, mistar panjang, jangka kayu, proyektor opaque, dan lain-lain. Pemanfaatan papan tulis akan menjadi lebih efektif dan menarik siswa apabila berbantuan alat-alat teknis tersebut.

     Penggunaan cetakan papan tulis akan banyak membantu guru yang memiliki kemampuan menggambar yang kurang baik. Dengan bantuan alat ini, guru tertolong untuk membuat gambar-gambar dengan cepat, walaupun hanya berupa pola dari gambar yang akan dibuat. Cetakan papan tulis dapat dibuat dari bahan kayu, karton tebal, plastik, logam, keramik, dan lain-lain.

     Stensil papan tulis merupakan pola gambar pada kertas manila atau kertas karton. Pada pola tersebut dibuat lubang-lubang sebagai tempat masuknya bubuk kapur tulis. Dengan menempelkan pola pada papan tulis dan membubuhkan debu kapur tulis pada penghapus, maka akan berbentuk pola yang diinginkan di papan tulis. Setelah stensil papan tulis diangkat, selanjutnya guru menghubungkan titik-titik bekas kapur tersebut, sehingga pola yang terbentuk semakin sempurna.

     Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan cetakan papan tulis dan stensil papan tulis. Keuntungan yang pertama adalah dari segi waktu, dimana penggunaan kedua alat ini dapat menghemat waktu yang dibutuhkan guru untuk menggambar di papan tulis. Keuntungan kedua, alat-alat ini dapat dipergunakan berkali-kali. Selanjutnya, keuntungan ketiga adalah alat-alat ini mudah dibuat dan biayanya murah.

     Alat teknis yang membantu guru untuk memperbesar gambar di papan tulis adalah proyektor opaque. Alat ini membantu memproyeksikan gambar yang dibuat guru ke papan tulis, sehingga gambar tampak lebih besar dan dapat dilihat oleh seluruh siswa di dalam kelas.

Sumber : Tegeh, I Made. 2010. Media Pembelajaran. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PETA



MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PETA
TUGAS MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN


A.     PENGERTIAN PETA
Peta merupakan hasil potretan dari berbagai peristiwa / kejadian, obyek yang dituangkan dalam bentuk gambar, garis, simbol-simbol maupungambaran dari obyek tertentu. Peta dalam pembelajaran pengatahuan sosial berfunsi untuk penyamapaian materi agar lebih mudah diterima siswa sehigga dapat membantu kelancaran efektivitas dan efesiensi dalam mancapai tujuan materi pembelajaran.

Menurut Suharyono peta adalah gambaran permukaan bumi yang digambarkan dalam suatu bidang datar (Afrid, 2002). Dilihat dari keunggulan menggunakan peta dalam media pembelajaran khusunya pada topik lingkungan sekitar dapat memberi pengatuhan dan pengalaman pada siswa baik tentang posis geografis, keadaan alam serta persebaran penduduk didaerah / lokasi tertentu. Demikian pulan dilihat dari keefektifan bagi guru dengan menggunakan media peta dapat membantu dalam menyampaikan pesan materi secara lebih mudah kepada siswa.

Manfaat yang dirasakan guru dalam menggunakan media peta yaitu pembelajaran lebih efektif sehingga tujuannya berhasil dengan baik dan memberi pengatahuan kepada siswa untuk mengkongritkan pesan-pesan materi yang abstrak. Hal ini sesuai pendapa Piaget, bahwa anak-anak yang berusia 6-12 tahun masih berada pada tahap kemampuan berpikir kongkrit. Untuk memahami konsep-konsep yang abstrak, diperlukan alat bantu media, antara lain peta sebagai visualisasi. Dengan media peta membuat materi pelajaran lebih menetap atau tida mudah dilupakan siswa.

B. TUJUAN PEMBUATAN PETA

Peta dibuat dengan tujuan-tujuan untuk memberikan manfaat dalam kegiatan pembelajaran. Adapun tujuan-tujuan dari pembuatan peta antara laian adalah sebagai berikut:

1.    Menyimpan data-data yang ada di permukaan bumi.
2.    Menganalisis data spasial seperti perhitungan volum.
3.   Memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan pemukiman
4.    Memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya

C. FUNGSI PETA

Peta berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi, sebagai alat peraga, sebagai catatan visual permanen, memberikan pengetahuan relatif dan tetap tentang posisi suatu wilayah, sebagai alat komunikasi dan alat analisisserta sebagai media pembelajaran, tetapi secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang keadaan permukaan bumi, tempat, arah, jarak, data-data budaya, informasi tentang permukaan bumi, dapat melengkapi pengetahuan dan informasi tentang arah, jarak, bentuk dan ukuran suatu wilayah, dapat menambah arti dari suatu bahan deskriptif, dapat memperlihatkan bentuk bumi yang mendekati kebenarannya, dapat mendemontrasikan gerakan rotasi bumi dari barat ke timur dan menunjukan suatu lokasi walaupun tidak sedetail peta, serta mengumpulkan dan menyeleksi data-data atau keterangan dari suatu daerah yang akan disajikan pada peta dengan bentuk simbol yang konvensional.

D. JENIS-JENIS  PETA
Jenis peta berdasarkan sekala
Peta skala besar berskala antara 1 : 5.000 s.d 1 : 250.000
Peta skala sedang berskala antara 1 : 250.000 s.d 1 : 500.000
Peta skala kecil berskala antara 1 : 500.000 s.d 1 : 1.000.000
Peta kadaster berskala antara 1 : 100 s.d 1 : 5.000


  • Jenis peta berdasarkan isinya:
Peta umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang terdapat pada suatu daerah yang dipetakan. Contohnya : Peta jalan dan gedung wilayah Makassar

Peta Khusus
Peta khusus adalah peta yang menampakkan suatu keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Contohnya :peta persebaran hasil tambang, peta curah hujan, peta pertanian perkebunan, peta iklim, dan lain sebagainya

  • Jenis peta berdasarkan sifat

a. Peta stasioner
Peta stasioner adalah peta yang sifat datanya menggambarkan keadaan permukaan bumi yang tetap atau relatif stabil. Contohnya: peta geologi, peta kontur, peta laut menurut kedalamannya, peta topografi, dan peta jalur pegunungan

bPeta dinamis
Peta dinamis adalah peta yang sifat datanya menggambarkan keadaan permukaan bumi yang bersifat dinamis atau berubah-ubah. Contoh: peta penyebaran penduduk, peta jaringan transportasi, peta jaringan irigasi, dan peta jaringan telepon


  • Jenis peta berdasarkan bentuknya
a. Peta timbul
Peta timbul adalah peta dalam bentuk tiga dimensi dengan perbedaan tinggi rendah tanah yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief

b.Peta dasar (peta biasa)
Peta dasar adalah peta yang menggambarkan keadaan suatu wilayah yang belum diberi data, misalnya peta dasar Indonesia atau peta dasar Pulau Jawa. Dengan adanya peta dasar tersebut kita dapat membuat berbagai jenis peta yang kita inginkan

c. Peta digital 
Peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada pita magnetik, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer, misalnya peta yang digambarkan melalui layar televisi atau layar komputer.

E. BENTUK LAIN DARI PETA

Atlas Atlas
Atlas adalah gabungan dari beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku yang memiliki judul atlas serta jenis-jenis atlas yang ada di buku tersebut.

Globe
Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala yang kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi

F. KOMPOSISI PETA

Dalam peta terdapat beberapa komposisi, yaitu hal-hal yang penting untuk ada dalam sebuah peta yang baik. Komposisi dari peta untuk dapat dikatakan sebagai peta yang memenuhi syarat adalah sebagai berikut:

Judul peta mencerminkan isi dan tipe (jenis data) yang dituangkan pada peta.
Skala peta, yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sebenarnya di permukaan bumi.

Mata angin sebagai penunjuk arah atau orentasi peta.
Legenda berguna untuk memberikan keterangan tentang simbol-simbol yang ada dalam peta agar lebih mudah dipahami.

Sumber peta dan tahun pembuatan peta berkaitan dengan data-data yang disajikan agar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Garis astronomi, yaitu garis lintang dan garis bujur untuk menentukan letak atau lokasi pada peta.

Penulisan atau lettering misalnya nama perairan ditulis miring dan nama tempat lain ditulis tegak.

G. BERBAGAI MACAM DAN JENIS WARNA PETA BESERTA ARTINYA

Warna Laut – hijau : 0 – 200 meter dpl / ketinggian – kuning : 200 – 500 meter dpl / ketinggian – coklat muda : 500 – 1500 meter dpl / ketinggian – coklat : 1500 – 4000 meter dpl / ketinggian – coklat berbintik hitam : 4000 – 6000 meter dpl / ketinggian – coklat kehitam-hitaman : 6000 meter dpl lebih / ketinggian

Warna Darat – biru pucat : 0 – 200 meter / kedalaman – biru muda : 200 – 1000 meter / kedalaman – biru : 1000 – 4000 meter / kedalaman – biru tua : 4000 – 6000 meter / kedalaman – biru tua berbintik merah : 6000 meter lebih / kedalaman

H. CONTOH APLIKASI PETA DALAM PEMBELAJARAN

Contoh aplikasi dari penggunaan peta dan globe sebagai media pembelajaran cenderung dapat digunakan dalam mata pelajaran sejarah I, karena di dalam mata pelajaran sejarah perlu untuk menunjukkan daerah-daerah yang sedang menjadi topik pembicaraan, contohnya yaitu ketika mata pelajaran sejarah sedang membahas daerah-daerah yang menjadi pusat peradaban Islam pada masa lampau.

Sebagai contoh adalah pada pembahasan Kejayaan Islam pada Masa Daulah Umayyah di Andalusia, perlu untuk ditunjukkan letak Andalusia supaya peserta didik dapat mengetahui di manakah letak Andalusia. Selain peta, lebih baik lagi dengan didukung globe, sehingga peserta didik diharapkan dapat lebih memahami daerah Andalusia, letak dan posisinya secara geografis, posisi belahan dunia Andalusia, dapat pula menunjukkan posisi Andalusia terhadap Indonesia, dengan menunjukkan keadaan yang terlihat lebih nyata, dan lebih mudah dibayangkan oleh peserta didik.

Selain itu, dengan globe, maka dapat dilihat pembagian darat dengan lautan secara jelas. Dengan menggunakan globe dalam pembelajaran sejarah Islam dapat ditunjukkan:

1.  Benua satu dengan benua lain secara keseluruhan. Jika dicontohkan pada pembahasan Kejayaan Islam pada Masa Daulah Umayyah di Andalusia maka dapat dilihat batas-batas kekuasaan secara keseluruhan.
2. Bagian bumi yang berputar pada sumbunya, maka dapat diketahui tentang musim yang ada di Andalusia dan yang berhubungan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
3. Garis Khatulistiwa, garis lintang utara dan selatan, garis bujur barat dan timur, sehingga dapat diketahui letak Andalusia secara geografis.

Contoh dari gambaran globe adalah sebagai berikut:


I. KELEBIHAN MEDIA PETA
Dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran  media peta memiliki beberapa kelebihan, yaitu antara lain sebagai berikut:

1.  Dapat memberikan informasi tentang permukaan bumi.
2. Dapat memberikan pengetahuan relatif dan tetap tentang posisi suatu wilayah.
3. Dapat melengkapi pengetahuan dan informasi tentang arah, jarak, bentuk dan ukuran suatu wilayah.
4. Dapat menambah arti dari suatu bahan deskriptif.
5. Dapat memperlihatkan bentuk bumi yang mendekati kebenarannya
6. Dapat mendemontrasikan gerakan rotasi bumi dari barat ke timur dan menunjukan suatu lokasi walaupun tidak sedetail peta.

J.KEKURANGAN MEDIA PETA
Selain memiliki kelebihan dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran media peta juga terdapat beberapa kekurangan, antara lain sebagai berikut:
Hanya berupa visual saja.

Ukuran gambar kadang tidak sesuai dengan kelompok besar.
Dapat sangat membingungkan bagi orang yang ingin mengartikannya.
Hanya dapat digunakan dalam pembahasan-pembahasan yang terbatas saja.

KESIMPULAN
Dari uraian-uraian yang ada dalam pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam penggunaan peta dan globe sebagai media pembelajaran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

Media peta dan globe memiliki fungsi dan tujuan sebagai salah satu inovasi media pembelajaran sebagai contoh adalah dalam pembahasan mata pelajaran sejarah Islam. Selain itu, media peta dan globe juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam fungsinya sebagai media pembelajaran.


MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANNEL

MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANNEL

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Media pendidikan merupakan komponen penting dalam suatu proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran akan lebih mengena apabila menggunakan media pembelajaran, pesan yang sebelumnya bias ditafsirkan oleh peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran ini akan lebih mudah diterima oleh peserta didik dan cenderung tidak bias pengertiannya. Media belajar merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan pembelajar sehingga mendorong kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan aktif. Menggunakan pemilihan media dan tekhnik yang baik akan menjadikan konsentrasi peserta didik akan lebih baik dibanding dengan tidak menggunakan media.

Media pembelajaran mempunyai kontribusi dan peran yang cukup signifikan dalam proses belajar mengajar, oleh karenanya guru diharapkan mampu menggunakan dan memanfaatkan media secara maksimal. Di dalam makalah ini akan dijelaskan salah satu dari jenis media grafis yaitu media papan flannel.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan dirumuskan beberapa permasalahan, diantaranya:
a. Apakah Pengertian, tujuan, serta kekurangan dan kelebihan media pendidikan dari papan flannel.

c. Tujuan Penulisan
Agar mengetahui makna dari media pendidikan papan flannel, tujuan serta kekurang dan kelebihan dari media tersebut.


BAB II
PEMBAHASAN

A. PengertianPapan flannel
Papan flannel adalah papan yang berlapis kain flannel, sehingga gambar yang akan disajikan dapat dipasang, dilipat dan dilepas dengan mudah dan dapat dipakai berkali-kali[1].Papan flanel adalah media grafis yang efektif untuk menyajikan pesan-pesan tertentukepadasasarantertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali.[2]

Papan flannel termasuksalahsatu media pembelajaranduadimensi, yang dibuatdarikain flannel yang ditempelkanpadasebuahtriplekataupapanataugabus.Kemudianmembuatguntingan-guntingan flannel ataukertasrempelas yang di letakkan di bagianbelakanggambar.[3]
Agar guru dapatmemanfaatkan media papan flannel denganefektif, perlumemahamitujuan, kelebihandankelemahan, teknikpembuatansertapenggunaannya.

B.  Tujuan media pendidikanpapan flannel
a) Media ini dapat digunakan untuk mengajarkan membedakan warna, pengembangan perbendaharaan kata-kata, dramatisasi, mengembangkan konsep, memberi pesan tentang pokok-pokok cerita, membuat diagram, grafik dan sejenisnya. 
b) Membantu pengajar untuk menerangkan bahan pelajaran.
c) Mempermudah pemahaman pembelajar tentang bahan pelajaran.
d) Agar bahan pelajaran lebih menarik.

C.  Kelebihan dan kekurangan media pendidikan papan Fannel
1.Kelebihan menggunakan papan flannel:
a.Gambar-gambar dengan mudah ditempelkan
b. Efisiensi waktu dan tenaga
c. Menarik perhatian peserta didik
d. Memudahkan guru menjelaskan materi pelajaran
e. Dapat digunakan berulang kali
2. Kekurangan menggunakan papan flannel:
a. Memerlukan waktu lama untuk mempersiapkan materi
b. Memerlukan biaya yang mahal untuk mempersiapkannya
c. Sukar menampilkan pada jarak yang jauh
d. Flannel/laken mempunyai daya rekat yang kurang kuat

D.    Bahan-bahan dan cara pembuatan:
1.      Bahan-bahan:
a. Kain flannel/kertas rempelas/laken
b. Papan atau triplek
c. Lem
d. Gunting
e. Paku
f.  Gambar atau materi yang akan diajarkan
2.      Cara pembuatan papan flannel:
a. Siapkan papan atau triplek.
b. Tempelkan kain flannel/kertas rempelas/laken pada papan
c. Kumpulkan gambar yang sesuai dengan bahan yang akan diajarkan
d. Gambar yang akan digunakan bagian belakangnya ditempelkan kain flannel/kertas rempelas/laken kemudian gambar tersebut ditempelkan pada papan sehingga gambar tetap melekat pada papan flannel.

BAB II
KESIMPULAN

   Papan flannel adalah salah satu alat yang bisa digunakan dalam media pendidikan didalam proses pembelajaran. Papan flannel adalah papan yang berlapis kain flannel, sehingga gambar yang akan disajikan dapat dipasang, dilipat dan dilepas dengan mudah dan dapat dipakai berkali-kali. Tujuannya dari adanya papan planel ini agar guru memiliki kreativitas didalam pengajarannya, serta membantu mempermudah didalam penyampaian materi kepada peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA
Yudhimunadi, MEDIA PEMBELAJARAN_ sebuahpendekatanbaru,GaungPersada (GP)Press Jakarta.2012.





[2]Yudhimunadi, MEDIA PEMBELAJARAN_ sebuahpendekatanbaru,GaungPersada (GP)Press Jakarta.2012. hal106