PERJUANGAN UTSMAN BIN AFFAN BERSAMA RASULULLAH


‘Utsman bin ‘Affan   mengikuti semua peperangan yang dilakukan oleh Rosululloh  . Beliau pernah diutus Rosululloh   kepada orang-orang Quraisy pada tahun 6 H/627 M untuk memberitahukan kepada penduduk Makkah bahwa Rosululloh   datang hanya untuk menunaikan umrah. Rosululloh   dan kaum Muslimin berhenti di Hu-daibiyah dekat Makkah. ‘Utsman melakukan tugasnya de-ngan sebaik-baiknya. Beliau menolak tawaran Quraisy tat-kala mereka menawarkan kepadanya untuk melakukan thawaf. Beliau berkata, “Saya tidak akan melakukan thawaf sebelum Rosululloh   melakukannya.”. Kemudian tersiar kabar bahwa ‘Utsman   telah dibunuh di Makkah, maka Rosululloh   bersabda: “Kita tidak akan beranjak sebelum membereskan urusan dengan mereka.”.

Kemudian kaum Muslimin membai’at Rosululloh   untuk tidak lari dari tempat mereka berada. Bai’at ini di-namakan dengan Bai’ah ar-Ridwan, yaitu bai’at yang di-lakukan untuk menuntut darah ‘Utsman  .

Pada perang Tabuk, tatkala pasukan Islam berada dalam kesulitan yang sangat, beliau menyumbangkan 950 ekor unta, 50 ekor kuda, dan 1000 dinar yang diberikan kepada Rosululloh  . Maka Rosululloh   bersabda, “Tidak ada yang akan membahayakan ‘Utsman apapun juga setelah yang dilakukannya hari ini.” Saat Rosululloh   meninggal, beliau dalam keadaan sangat ridha kepada ‘Utsman  .

‘Utsman   adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang mendapatkan jaminan surga (al-mubasysyarun bil jannah) dari Rosululloh  . 

Di masa pemerintahan Abu Bakar  , beliau dianggap sebagai orang kedua setelah ‘Umar bin al-Khaththab  . Sedangkan pada masa pemerintahan ‘Umar  , dia diposisi-kan sebagai orang kedua setelah ‘Umar  . Dengan demi-kian, bersatulah kelembutan ‘Utsman dengan sikap keras ‘Umar  . 

BACA JUGA : ‘UTSMAN BIN ‘AFFAN DAN SIFATNYA YANG SANGAT DERMAWAN

Beliau adalah orang pertama yang hijrah ke negeri Ethiopia bersama istrinya Ruqayah binti Rosululloh  , kemudian kembali ke Makkah dan hijrah ke Madinah. Be-liau tidak dapat ikut serta pada perang Badar karena sibuk mengurusi putri Rosululloh   (istri beliau) yang sedang sakit. Jadi beliau hanya tinggal di Madinah. Rosululloh   memberikan bagian dari harta rampasan dan pahala perang tersebut kepada beliau dan beliau dianggap ikut serta dalam peperangan. Ketika istri beliau meninggal, Rosululloh   menikahkannya dengan adik istrinya yang bernama Ummu Kaltsum yang pada akhirnya juga meninggal ketika masih menjadi istri beliau. Beliau ikut serta dalam peperangan Uhud, Khandaq, dan Perjanjian Hudaibiyah yang pada waktu itu Rosululloh   membai’atkan untuk ‘Utsman dengan tangan beliau sendiri. ‘Utsman bin ‘Affan   juga ikut serta dalam peperangan Khaibar, Tabuk dan beliau juga pernah menyumbang untuk pasukan ‘Usrah sebanyak 300 ekor unta dengan segala perlengkapannya.

Dari ‘Abdul Rahman bin Samurah   bahwa pada suatu hari ‘Utsman  bin ‘Affan datang membawa 1000 dinar dan meletakkannya di pangkuan Rosululloh  , maka Rosu-lulloh   bersabda, “Tidak ada bahaya bagi ‘Utsman  sete-lah ia melakukan ini (diucapkan dua kali)!”.

Rosululloh   pergi menunaikan haji Wada’ bersama-nya. Rosululloh   wafat dalam keadaan ridha terhadap ‘Utsman bin ‘Affan  . Kemudian beliau menemani Abu Bakar dengan baik dan Abu Bakar wafat dalam keadaan ridha terhadap ‘Utsman bin ‘Affan. Beliau menemani ‘Umar dengan baik dan ‘Umar wafat dalam keadaan ridha terha-dap ‘Utsman bin Affan, serta menetapkan bahwa beliau adalah salah seorang dari enam anggota Syura dan beliau sendiri adalah orang yang paling istimewa di antara ang-gota lainnya.

‘Utsman bin ‘Affan menjadi khalifah setelah ‘Umar  . Alloh   banyak menaklukkan berbagai negara (ekspansi) melalui tangan beliau. Semakin lebarlah wilayah negara Islam dan bertambah luaslah negara khilafah ini serta sampai-lah misi Rosululloh   ke sebelah timur dan barat seantero bumi. Nampaklah kebenaran firman Alloh  :

“Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan men-jadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagai-mana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguh-kan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (kea-daan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan men-jadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir se-sudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. an-Nur [24]: 55)
“Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama mes-kipun orang musyrik membenci.” (QS. Ash-Shaf [61]: 9)
Rosululloh   bersabda:
(( إِذَا هَلَكَ قَيْصَرُ فَلاَ قَيْصَرَ بَعْدَهُ، وَإِذَا هَلَكَ كِسْرَى فَلاَ كِسْرَى بَعْدَهُ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتُنْفِقَنَّ كُنُوْزَهُمَا فِي سَبِيْلِ اللهِ ))
“Jika Kaisar mati maka tiada lagi kaisar setelahnya dan jika Kisra meninggal, maka tiada lagi Kisra setelahnya. Demi Alloh yang jiwaku berada di tangan-Nya, harta-harta karun mereka berdua akan digunakan untuk perang di jalan Alloh.” (HR. Muslim)
Semua ini terjadi dan terbukti pada zaman ‘Utsman  bin Affan  .

Tidak ada komentar

Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumbernya.

Salam : Admin K.A.

Diberdayakan oleh Blogger.